1.
Bagaimana
proses perkembangan bahasa Melayu bahasa Indonesia ?jelaskan!
2.
Siapa
yang pertama kali mempopulerkan bahasa Indonesia?
3.
apa
yang melatarbelakangi bahasa Melayu ke bahasa Indonesia?
4.
Mengapa
bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi,dan bukan bahasa Melayu?
5.
Siapa
pelopor terkemuka terkait dengan pembinaan bahasa dan budaya pada abad ke-19?
JAWABAN!
1.
Sejarah
Awal Perkembangan Bahasa Indonesia Awalnya, pemerintah kolonial Hindia-Belanda
menyadari bahwa bahasa Melayu dapat dipakai untuk membantu administrasi bagi
kalangan pegawai pribumi karena penguasaan bahasa Belanda para pegawai pribumi
dinilai lemah. Dengan menyandarkan diri pada bahasa Melayu Tinggi, sejumlah
sarjana Belanda mulai terlibat dalam standardisasi bahasa. Promosi bahasa
Melayu pun dilakukan di sekolah-sekolah dan didukung dengan penerbitan karya
sastra dalam bahasa Melayu. Akibat pilihan ini terbentuklah "embrio"
bahasa Indonesia yang secara perlahan mulai terpisah dari bentuk semula bahasa
Melayu Riau-Johor. Ada empat faktor yang menyebabkan Bahasa melayu diangkat
menjadi bahasa Indonesia, yaitu: Bahasa melayu merupakan Lingua Franca di Indonesia,
yaitu bahasa perhubungan dan bahasa perdagangan. Sistem bahasa melayu
sederhana, mudah di pelajari karena dalam bahasa melayu tidak dikenal tingkatan
bahasa (bahasa kasar dan bahasa halus). Suku Jawa, Suku Sunda, dan Suku-suku
lainnya dengan sukarela menerima bahasa melayu menjadi awal bahasa indonesia
sebagai bahasa nasional. Bahasa melayu mempunyai kesanggupan untuk di pakai
sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas. Pada awal abad ke-20 perpecahan
dalam bentuk baku tulisan bahasa Melayu mulai terlihat. Pada tahun 1901,
Indonesia yang saat itu disebut Hindia-Belanda, mengadopsi ejaan Van Ophuijsen
dan pada tahun 1904 Persekutuan Tanah Melayu-yang saat ini menjadi wilayah
Malaysia-di bawah pimpian Inggris mengadopsi ejaan Wilkinson. Ejaan Van
Ophuijsen diawali dari penyusunan Kitab Logat Melayu Van Ophuijsen pada tahun
1896 yang dibantu oleh Nawawi Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim.
Intervensi pemerintah semakin kuat dengan dibentuknya Commissie voor de
Volkslectuur ("Komisi Bacaan Rakyat" - KBR) pada tahun 1908 yang saat
ini bernama Balai Pustaka. Pada tahun 1910 komisi ini, di bawah pimpinan D.A
Rinkes, melancarkan program Taman Poestaka dengan membentuk perpustakaan kecil
di berbagai sekolah pribumi dan beberapa instansi milik pemerintah.
Perkembangan program ini sangat pesat, dalam dua tahun telah terbentuk sekitar
700 perpustakaan. Bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai "bahasa
persatuan bangsa" pada saat Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober. Penggunaan
bahasa Melayu sebagai bahasa nasional merupakan usulan Muhammad Yamin, seorang
politikus, sastrawan, dan ahli sejarah. Dalam pidatonya di Kongres Nasional
kedua di Jakarta, Yamin mengatakan, "Jika mengacu pada masa depan
bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya ada dua bahasa
yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan Melayu.
Tapi dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun akan menjadi bahasa
pergaulan atau bahasa persatuan." Selanjutnya perkembangan bahasa dan kesusastraan
Indonesia banyak dipengaruhi oleh sastrawan Indonesia yang banyak mengisi dan
menambah perbendaharaan kata,sintaksis, maupun morfologi bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia dituturkan di seluruh Indonesia, walaupun lebih banyak
digunakan di area perkotaan dengan dialek dan logat daerahnya masing-masing.
Untuk berkomunikasi dengan sesama orang sedaerah kadang bahasa ibulah yang
digunakan sebagai pengganti bahasa Indonesia.
2.
Salah
satu linguis yang memopulerkan nama bahasa Indonesia adalah linguis Swis,
Renward Brandstetter (1860-1842), yang dikenal sebagai pencetus teori akar
bahasa Austronesia., yang sejak 1908 mulai menyebut dirinya sebagai
indonesischer Sprachforscher (peneliti bahasa Indonesia).
3.
Bahasa
Indonesia secara historis merupakan varian bahasa melayu yang kini juga
digunakan di wilayah yang luas meliputi Indonesia, Singapura, Brunei
Darussalam, Malaysia, bagian selatan Thailand, bagian selatan Filipina, dan
beberapa tempat di Afrika Selatan. Bahasa melayu diangkat menjadi bahasa
persatuan di Indonesia pada 28 Oktober 1928 dalam peristiwa yang disebut Sumpah
Pemuda. Sejak saat itu, bahasa melayu yang digunakan di wilayah Indonesia
sekarang mulai dinamai Bahasa Indonesia. Namun, secara resmi penyebutan bahasa
Indonesia sebagai bahasa resmi di Indonesia baru muncul pada 18 Agustus 1945
ketika konstitusi Indonesia diresmikan. Dari jumlah pemakainya di Indonesia,
sebenarnya bahasa melayu bukan bahasa terbesar. Bahasa Jawalah yang merupakan
bahasa terbesar dari segi pemakainya pada saat itu. Namun, bahasa melayu
dipilih sebagai bahasa Indonesia karena bahasa ini sudah menjadi lingua franca
atau bahasa pengantar di wilayah Indonesia dan Asia Tenggara sejak ribuan tahun
lalu. Salah satu buktinya adalah catatan inskripsi di Sojomerto, Jawa Tengah
yang menggunakan bahasa Melayu kuna. Inskripsi ini tidak bertahun, tetapi
menurut estimasi ahli dibuat pada pertengahan abad 7. Ini menunjukkan bahwa
bahasa Melayu pun sudah dikenal di Pulau Jawa sejak ribuan tahun lalu.
4.
Bahasa
Indonesia itu bahasa netral.. Karena saat berdirinya negara kita, para pendiri
negara kita, mencari bahasa yang benar-benar murni untuk bahasa bersama..
Menurut National Geographic bahwa Indonesia adalah negara yang tidak egois
karena tidak memaksakan bahasa dari salah satu etnis menjadi bahasa
nasional-nya.. Menurut Jason Wang “Bahasa Indonesia itu tidak hanya terdiri
dari bahasa Melayu saja unsurnya, tetapi juga dari Bahasa Belanda, Bahasa
Inggris, Bahasa Portugis, Bahasa Jawa dan banyak bahasa lainnya, oleh karena
itu mereka dijuluki sebagai bahasa yang netral.
5.
Pelopor
terkemuka terkait dengan pembinaan bahasa dan budaya dalam abad ke-19 ini
adalah Raja Ali Haji . Setidaknya ada tiga belas buku yang telah dihasilkannya.
Tiga di antaranya berisi tentang bahasa, tiga berisi tentang sejarah, enam
merupakan kumpulan puisi, dan satu lagi dalam bidang hukum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar