Sabtu, 25 Desember 2021

(10)

 tugas 10

1.       Sebutkan dan jelaskan dus jenis karya ilmiah!

2.       Dalam ketentuan penulisan kulit luar dan halaman judul terdapat ketentuan bahwa penempatan judul harus teratur jelasakan apa maksud dari ketentuan tersebut

3.       Jelaskan perbedaan kutipan langsung dengan kutipan tidak langsung

4.       Sebutkan dan jelaskan dua hal pokok bagian penutup

5.       Ada berapa urutan yang disusun dalam bahan bacaan berupa buku?sebutkan

Jawaban

1.       karya ilmiah formal dan karya ilmiah populer. Karya ilmiah formal merupakan karya ilmiah yang dibuat untuk kepentingan formal dan resmi. Karya ilmiah seperti skripsi, tesis, dan disertasi yang semuanya dihasilkan dalam kerangka penyelesaian studi termasuk dalam ketegori ini. Contoh lainnya adalah karya tulis hasil kajian ilmiah berupa artikel yang dimuat dalam jurnal ilmiah atau makalah yang disampaikan dalam seminar tertentu. Karya ilmiah formal ini biasanya ditulis dengan mengikuti format tertentu dan disampaikan dengan menggunakan bahasa baku. Di pihak lain.

karya ilmiah populer, yaitu karya tulis hasil kajian ilmiah yang disusun untuk kepentingan praktis, untuk kunsumsi masyarakat umum, formatnya tidak kaku, dan menggunakan bahasa populer. Contoh karya kategori ini adalah artikel ilmiah atau opini yang dipublikasikan dalam media massa, misalnya, dalam majalah atau surat kabar

2.       Penempatan judul diatur sebagai berikut:

(a) judul ditulis pada baris paling atas;

(b) judul yang panjang dapat ditulis menjadi dua baris dengan jarak dua spasi;

(c) judul dan anak judul ditulis dengan menggunakan huruf kapital semua;

(d) anak judul (jika ada) dipisahkan dari judul dengan tanda titik dua;

(e) judul tidak diakhiri dengan tanda baca

3.       1) Kutipan langsung Kutipan langsung merupakan kutipan yang dilakukan dengan menyalin sepenuhnya teks dari bacaan yang menjadi rujukan. Kutipan langsung yang kurang dari lima baris ditik (ditulis) dua spasi dan menyatu dengan bagian kalimat penulis. Kutipan yang kurang dari lima baris ini ditempatkan di antara tanda petik dua (“…”). Sebaliknya, kutipan yang panjangnya lima baris atau lebih ditik satu spasi yang terpisah dari bagian kalimat penulis dan tanpa menggunakan tanda petik dua.

Contoh kutipan langsung kurang dari lima baris terlihat di bawah ini. Definisi karya ilmiah diberikan secara berbeda oleh para ahli. Menurut Sastrohoetomo (1983:11), “Karya ilmiah adalah suatu karangan yang ditulis berdasarkan keyataan ilmiah yang didapat dari penyelidikan-penyelidikan.”

2) Kutipan tidak langsung Kutipan tidak langsung merupakan upaya merujuk pendapat orang lain dengan menggunakan bahasa penulis sendiri. Contoh kutipan tidak langsung disajikan di bawah ini. Surachmad (1977:423) mengatakan bahwa metode penyajian grafik kini telah menjadi suatu alat komunikasi

4.       dua hal pokok, yaitu simpulan dan saran. Simpulan merupakan pernyataan-pernyataan umum yang ditarik dari setiap bagian dalam uraian, anĂ¡lisis, atau pembahasan dalam bagian isi. Dari sudut pandang lain, simpulan dapat juga dimaknai sebagai jawaban singkat terhadap pertanyaan atau rumusan masalah yang disebutkan dalam bagian pendahuluan. Penting diingat bahwa simpulan bukan berupa ringkasan atau ikhtisar. Cara ungkap simpulan boleh dalam bentuk uraian umum atau dalam wujud butir[1]butir pernyataan yang diberi nomor. Jika diperlukan, pada akhir bagian penutup ini dapat dilengkapi dengan saran-saran yang berkaitan dengan topik pembahasan. Saran sebaiknya diberikan kepada pihak yang tepat, butir saran yang jelas, dan kemungkinan aplikasi yang efektif.

5.       nama pengarang, tahun terbit, judul buku, data publikasi, tempat terbit, dan nama penerbit. Dalam penyusunannya, setiap bagian itu, kecuali tempat terbit, diakhiri oleh tanda titik. Setelah tempat terbit diberikan tanda titik dua. Jika bahan bacaan itu tidak diketahui nama pengarang, lembaga/badan yang menerbitkan bacaan itu menjadi pengganti nama pengarang; dengan keterangan ini, di dalam daftar pustaka sebenarnya tidak dikenal istilah anonimus

Senin, 13 Desember 2021

(8)

 

1. Sebutkan dan jelaskan unsur-unsur yang diperlukan untuk melengkapi narasi?

2. Jelaskan satu persatu ciri-ciri tulisan deskripsi?

3. Sebutkan dan jelaskan urutan susunan paragraf yang biasa digunakan untuk mengembangkan tulisan?

4. Jelaskan ciri-ciri tulisan narasi?

5. Sebutkan dan jelaskan satu persatu contoh tulisan deskripsi?

 

Jawaban

1. -alur (plot), yaitu rentetan kejadian yang mengatur hubungan peristiwa demi peristiwa agar Saling berkaitan secara logis alur juga memandu penggambaran tokoh dalam setiap peristiwa secara wajar kondisi tokoh dalam tindakannya harus terikat dalam suatu kesatuan waktu penyajian cerita dapat berupa penjelasan dapat pula berupa dialog antar tokoh.

-Pengembangan yaitu rentetan kejadian yang dimulai dengan pengenalan atau pendahuluan isi (bagian peristiwa) dan bagian penutup pada Fase pertama yaitu pendahuluan atau pengenalan, diperkenalkan tokoh tokoh cerita Fasha kedua menampilkan pertikaian yang terjadi antar tokoh yang semakin lama semakin meruncing pada Fasa ketiga barulah terjadi peleraian atau penyelesaian cerita

2. (1) tulisan deskripsi menggambarkan atau melukiskan objek atau peristiwa tertentu;

(2) tulisan deskripsi bertujuan untuk menciptakan kesan pada pembaca seolah-olah mereka sendiri mengalami, menyaksikan, dan atau mendengarkan objek atau peristiwa yang dilukiskan atau digambarkan oleh penulis;

(3) tulisan deskripsi bersifat objektif karena penulis menggambarkan sesuatu yang dideskripsikan sebagaimana adanya objek dan atau peristiwa itu; (4) tulisan deskripsi tampil dalam salah satu dari dua bentuk: sebagaimana adanya objek atau peristiwa yang dideskripsikan atau sesuai dengan kesan yang dialami oleh penulis ketika melihat dan atau mendengarkan objek atau peristiwa itu.

3. (1) urutan kronologis, (2) urutan ruang, (3) urutan induktif, (4) urutan deduktif, (5) urutan pertanyaan-jawaban, (6) urutan sebab-akibat/akibat sebab (kausal), (7) urutan pernyataan[1]alasan, (8) urutan kecaraan, (9) urutan kondisional, (10) urutan akumulatif, (11) urutan antiklimaks/klimaks, (12) urutan familiariatas, dan (13) urutan kompleksitas. Dengan menggunakan teknik-teknik tersebut, kualitas keurutan, sebagai syarat tulisan yang baik, akan dapat dipertahankan.

4. (1) tulisan narasi berisi rangkaian peristiwa yang membentuk keutuhan cerita; (2) tulisan narasi memiliki pelaku yang melaksanakan tindakan-tindakan sehingga terjadilah peristiwa; (3) tulisan narasi menyajikan peristiwa berdasarkan urutan waktu kejadiannya; (4) tulisan narasi dilengkapi dengan motif, latar (tempat, suasana, dan atau sosial), konflik, tema, amanat, sudut pandang, gaya bahasa khas, dan unsur-unsur lain yang menghidupkan cerita

5. lukisan suatu daerah wisata, uraian tentang suatu upacara adat, hasil pengamatan wawancara, laporan pandangan mata dari suatu pertandingan olahraga, sepak bola misalnya, dan sebagainya. Pokoknya, semua topik dapat dikembangkan menjadi tulisan deskripsi asalkan tujuannya untuk melukiskan keadaan atau suatu peristiwa apa adanya kepada pembaca seperti yang dilihat dan atau didengar oleh penulis.

Sabtu, 04 Desember 2021

(7)

 

1.       Sebutkan jenis jenis tulisan berdasarkan isinya!

2.       Sebutkan ciri ciri tulisan eksposisi

3.       Untuk menjadi penulis argumentasi yang baik,seorang penulis harus memenuhi dua syarat,sebutkan dua syarat tersebut

4.       Sebutkan persamaan dan perbedaan tulisan eksposisi dan argumentasi

5.       Di didalam komunikasi modern,kemahiran menulis sangat penting keberadaanya mengapa?

 

1.       1.Paragraf Persuasi Paragraf ini merupakan berisi bujukan untuk para pembaca agar menerima gagasan ataupun ide yang disampaikan oleh penulis. Supaya pembaca dapat menerima gagasan penulis, pembaca harus menyediakan sejumlah data dan bukti yang sesuai dengan fakta atau kenyataan. Dengan begitu, pembaca bisa mengiyakan gagasan dari penulis tanpa adanya penolakan. Selain itu, paragraf persuasi juga menggunakan sejumlah unsur untuk menjadikan pembaca tertarik membaca paragraf ini, yaitu: Adanya penggunaan bahasa yang menarik. Adanya  kata-kata ajakan seperti ayo, mari, dan sebagainya. Adanya partikel -lah yang terdapat pada kata-kata tertentu. Paragraf ini juga mempunyai sejumlah jenis, yaitu: Persuasi propaganda: paragraf ini digunakan di media-media massa seperti koran, artikel internet, dan sebagainya. Paragraf persuasi ini berisi informasi yang meyakinkan serta imbauan yang kuat, sehingga pembaca pun peraya dan mau mengikuti himbauan atau bujukan tersebut. Persuasi pendidikan: paragraf ini berisi pesan, ajakan, imbauan, dan sebagainya yang bersifat edukatif dan disampaikan oleh pihak-pihak yang berkecimpung di dunia pendidikan. Persuasi advertensi atau persuasi iklan: paragraf ini dipakai oleh pihak komersil untuk memasarkan, mempromosikan, bahkan membujuk pembaca untuk membeli barang atau jasa yang ditawarkan pihak komersil tersebut. Persuasi politik: digunakan untuk tujuan-tujuan politis, seperti kampanye, ajakan untuk bergabung ke dalam partai, serta ajakan-ajakan lain yang bersifat politik. Contoh-contoh paragraf persuasi ini bisa dilihat di artikel contoh kalimat dan paragraf persuasi.

2. Paragraf Argumentasi Paragraf ini berisi pendapat penulis yang disertai dengan bukti dan alasannya. Paragraf argumentatif sendiri ditujukan untuk mengemukakan gagasan berdasarkan fakta dan alasan kuat, sehingga pembaca pun yakin dan setuju atas gagasan tersebut. Paragraf ini mempunyai sejumlah ciri, yaitu: Berisi pendapat atau pandangan penulis terkait suatu peristiwa. Adanya fakta-fakta, data, dan contoh aktual yang mendukung pendapat sang penulis. Pendapat atau pandangan dikemukakan secara analitis atau secara analogis (menggunakan perumpamaan). Diakhiri dengan kesimpulan dari penulis.

3. Paragraf Eksposisi Paragraf yang berisi tentang uraian sebuah gagasan yang memiliki tujuan untuk menjelaskan sesuatu. Uraian tersebut tentu didukung sejumlah fakta agar para pembaca bisa mempercayainya. Jenis paragraf ini mempunyai sejumlah ciri, yaitu: Berisi petunjuk atau kiat-kiat dalam melakukan atau meraih sesuatu. Isi paragrafnya berisi fakta-fakta, kenyataan, atau hal-hal lain yang dapat dibuktikan kebenarannya, sehingga pembaca pun bertambah wawasannya. Berisi uraian tentang suatu peristiwa. Tidak bersifat membujuk atau memaksa pembacanya.

4. Paragraf Narasi Isi dari paragraf ini adalah kisah tentang suatu peristiwa atau kejadian yang didasari oleh data dan fakta yang ada. Adapun ciri-ciri paragraf ini adalah sebagai berikut: Adanya tokoh atau pelaku. Adanya latar tempat, waktu, atau suasana. Adanya alur atau jalan cerita. Paragraf ditulis secara kronologis atau berdasarkan urutan waktu.

5. Paragraf Deskripsi Merupakan paragraf yang berisi penggambaran sebuah objek secara detail, sehingga pembaca pun seolah dapat melihat atau merasakan objek tersebut. Paragraf deskripsi mempunyai sejumlah ciri, yaitu: Berisi  penggambaran objek atau benda. Banyak menggunakan jenis-jenis kata sifat di dalamnya.

1.       -Menjelaskan informasi atau pengetahuan mengenai topik tertentu -Biasanya menjawab pertanyaan apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana -Bentuk penulisan yang lugas, singkat, padat, dan jelas -Tulisan berisi fakta -Menggunakan bahasa baku -Bersifat netral dan objektif, artinya tidak memihak atau memaksakan kehendak penulis pada pembaca

2.       (1)Penulis mengetahui benar topik yang dibicarakannya karena kekuatan jenis tulisan ini pertama-tama bergantung kepada fakta-fakta, informasi, dan jalan pikiran yang menghubungkan fakta-fakta itu. (2) Penulis bersedia mempertimbangkan pendapat-pendapat yang bertentangan dengan pendapatnya sendiri sesuai dengan fakta-fakta yang ditemukan.

3.       Persamaan

(1) Eksposisi dan argumentasi sama-sama bersifat menjelaskan pendapat, gagasan, dan keyakinan.

(2) Eksposisi dan argumentasi sama-sama bersifat menjelaskan analisis dan sintesis pada waktu membahas topik yang dikemukakan.

(3) Eksposisi dan argumentasi sama-sama menggali dari sumber yang sama, yaitu dari pengamatan atau penelitian, pengalaman, dan atau sikap.

(4) Eksposisi dan argumentasi sama-sama memerlukan fakta yang diperjelas dengan angka-angka, grafik, peta, statistik, gambar, dan sebagainya.

Perbedaan

(1) Tujuan eksposisi adalah menerangkan dan menjelaskan supaya pembaca benar[1]benar memperoleh informasi yang sejelas-jelasnya, sedangkan tujuan argumentasi adalah memengaruhi pembaca supaya pembaca akhirnya berpihak kepada pendapat, keyakinan, dan atau sikap penulis.

(2) Peta, grafik, statistik, dan lain-lain dipergunakan dalam eksposisi untuk menjelaskan topik, sedangkan dalam argumentasi dipergunakan untuk membuktikan bahwa topik itu benar.

(3) Penutup dalam eksposisi berfungsi menegaskan materi yang diuraikan sebelumnya, sedangkan penutup dalam argumentasi berfungsi menyimpulkan hal-hal yang telah diuraikan sebelumnya.

4.       Karena Pada dasarnya, tulisan dapat dibedakan atas lima jenis dengan ciri masing-masing. Semua topik (pokok persoalan) dapat kita kembangkan dengan menggunakan salah satu jenis tulisan itu. Topik kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), misalnya, dapat dikembangkan dengan menggunakan semua jenis tulisan, baik eksposisi, argumentasi, Capaian Pembelajaran Mahasiswa mampu memahami konsep dasar dan mampu menyimpulkan pengertian tulisan eksposisi, argumentasi, persuasi, deskripsi, dan narasi; memahami dan mengenali ciri-ciri dan persyaratan tulisan eksposisi, argumentasi, persuasi, deskripsi, dan narasi; memahami dan mampu menuangkan pikiran, gagasan, pendapat, dan atau sikap secara tertulis dengan menggunakan jenis-jenis tulisan eksposisi, argumentasi, persuasi, deskripsi, dan narasi sesuai dengan persyaratan penulisan yang baik dan benar. persuasi, deskripsi, maupun narasi. Oleh sebab itu, kemahiran menulis semua jenis tulisan itu sangat diperlukan.

riview prinsip prinsip akutansi

  Nama : Anita Martina NIM : 21031122 Prodi : Administrasi Bisnis A dosen pengampu : Zulkarnain Mata Kuliah : Prinsip-Prinsip Akuntansi   ...