1.
Jelaskan pengertian dan fungsi
dari ejaan bahasa Indonesia
2.
sebutkan komponen komponen
ejaan dalam bahasa Indonesia
3.
jelaskan ejaan ejaan yang
pernah berlaku di Indonesia
4.
berapa macam cara yang dapat
dilakukan untuk pemenggalan kata pada kata dasar?sebutkan dan beri contoh
5.
pada hari itu dia pergi ke
pantai. baju yang dia pakai terlihat sangat cantik. angin sepoi-sepoi membuat
rambutnya berkibas. saudara saudara nya sangat pandai mendandaninya. kata
seorang penjaga pantai,Amboi malaikat dari manakah ini.sebutkan ada berapakah
huruf Diftong yang terdapat pada paragraf diatas?
JAWABAN!
1.
Pengertian
ejaan: Dalam
buku Konsep Dasar Bahasa Indonesia (2019) karya Yunus Abidin, ejaan merupakan
aturan yang melambangkan bunyi bahasa menjadi bentuk huruf, kata serta kalimat.
Ejaan juga bisa diartikan sebagai kumpulan peraturan penulisan huruf, kata
serta penggunaan tanda baca.
Fungsi ejaan: Menurut Siti Mutmainah dalam buku Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi
(2019), ejaan harus diterapkan dalam penulisan bahasa. Ejaan memiliki sejumlah
fungsi penting, yaitu: Landasan pembakuan tata bahasa Penggunaan ejaan dalam
penulisan bahasa akan membuat tata bahasa yang digunakan semakin baku. Landasan
pembakuan kosa kata serta istilah Tidak hanya membuat tata bahasa semakin baku,
ejaan juga membuat pemilihan kosa kata dan istilah mennadi lebih baku.
Penyaring masuknya unsur bahasa lain ke bahasa Indonesia Ejaan juga memiliki
fungsi penting sebagai penyaring bahasa lain ke bahasa Indonesia. Sehingga
dalam penulisannya tidak akan menghilangkan makna aslinya. Membantu pemahaman
pembaca dalam mencerna informasi Penggunaan ejaan akan membuat penulisan bahasa
lebih teratur. Hal ini membuat pembaca semakin mudah dalam memahami informasi
yang disampaikan secara tertulis.
2.
Pemakaian
huruf,penulisan kata,pemakaian tanda baca,dan penulisan unsur serapan
3.
1) Ejaan van Ophuijsen Pada
tahun 1901 ditetapkan ejaan bahasa Melayu dengan huruf latin yang disebut
dengan Ejaan van Ophuijsen. Van Ophuijsen merancang ejaan tersebut dibantu oleh
Engku Namawi dan Engku Ibrahim. Hal-hal yang menonjol dalam ejaan berupa (1)
huruf j untuk menuliskan kata-kata: jang, pajah, sajang dan (b) huruf oe untuk
menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer.
2) Ejaan Soewandi Pada
tanggal 19 Maret 1947 ejaan Soewandi diresmikan dan diberi julukan ejaan
Republik. Hal-hal yang menonjol dalam ejaan ini adalah (1) huruf oe diganti
dengan u, seperti pada kata: guru, itu, umur dan (2) kata ulang boleh ditulis
dengan angka-2, seperti: anak2, berjalan2, kebarat2an.
3) Ejaan Melindo Pada
akhir tahun 1959 sidang pemutusan Indonesia dan Melayu (Slametmulyana-Syeh
Nasir bin Ismail, Ketua) menghasilkan konsep ejaan bersama yang kemudian
dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu-Indonesia). Perkembangan politik
selama tahun-tahun berikutnya antara Indonesia dengan Malaysia mengurungkan
peresmian ejaan ini.
4) Ejaan Bahasa Indonesia
yang Disempurnakan (EYD) Pada tanggal 16 Agustus 1972 Presiden Republik
Indonesia meresmikan pemakaian Ejaan Bahasa Indonesia berdasarkan Keputusan
Presiden No. 57 tahun 1972. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarkan
buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan
sebagai patokan pemakian ejaan itu.
4.
a.
Jika di tengah kata terdapat huruf vokal yang berurutan, pemenggalannya
dilakukan di antara kedua huruf vokal itu.
Misalnya:
·
bu-ah
·
ma-in
·
ni-at
·
sa-at
b. Huruf diftong ai, au, ei, dan oi tidak dipenggal.
Misalnya:
·
pan-dai
·
au-la
·
sau-da-ra
·
sur-vei
·
am-boi
c. Jika di tengah kata dasar terdapat huruf konsonan (termasuk gabungan
huruf konsonan) diantara dua huruf vokal, pemenggalannya dilakukan sebelum
huruf konsonan itu.
Misalnya:
·
ba-pak
·
la-wan
·
de-ngan
·
ke-nyang
·
mu-ta-khir
·
mu-sya-wa-rah
d. Jika di tengah kata dasar terdapat dua huruf konsonan yang berurutan,
pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu.
Misalnya:
·
Ap-ril
·
cap-lok
·
makh-luk
·
man-di
·
sang-gup
·
som-bong
·
swas-ta
e. Jika di tengah kata dasar terdapat tiga huruf konsonan atau lebih yang
masing- masing melambangkan satu bunyi, pemenggalannya dilakukan di antara
huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua.
Misalnya:
·
ul-tra
·
in-fra
·
ben-trok
·
in-stru-men
Catatan: Gabungan huruf konsonan yang melambangkan satu bunyi tidak
dipenggal. Misalnya:
·
bang-krut
·
bang-sa
·
ba-nyak
·
ikh-las
·
kong-res
·
makh-luk
·
masy-hur
·
sang-gup
5.
ada 10
·
pantai
·
saudara-saudaranya
·
sepoi-sepoi
·
amboi
·
pakai
·
pandai
·
malaikat
·
pantai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar