Sabtu, 23 Oktober 2021

(2)

 

1.       Jelaskan pengertian dan fungsi dari ejaan bahasa Indonesia

2.       sebutkan komponen komponen ejaan dalam bahasa Indonesia

3.       jelaskan ejaan ejaan yang pernah berlaku di Indonesia

4.       berapa macam cara yang dapat dilakukan untuk pemenggalan kata pada kata dasar?sebutkan dan beri contoh

5.       pada hari itu dia pergi ke pantai. baju yang dia pakai terlihat sangat cantik. angin sepoi-sepoi membuat rambutnya berkibas. saudara saudara nya sangat pandai mendandaninya. kata seorang penjaga pantai,Amboi malaikat dari manakah ini.sebutkan ada berapakah huruf Diftong yang terdapat pada paragraf diatas?

 

 

 

 

JAWABAN!

1.       Pengertian ejaan: Dalam buku Konsep Dasar Bahasa Indonesia (2019) karya Yunus Abidin, ejaan merupakan aturan yang melambangkan bunyi bahasa menjadi bentuk huruf, kata serta kalimat. Ejaan juga bisa diartikan sebagai kumpulan peraturan penulisan huruf, kata serta penggunaan tanda baca.

Fungsi ejaan: Menurut Siti Mutmainah dalam buku Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi (2019), ejaan harus diterapkan dalam penulisan bahasa. Ejaan memiliki sejumlah fungsi penting, yaitu: Landasan pembakuan tata bahasa Penggunaan ejaan dalam penulisan bahasa akan membuat tata bahasa yang digunakan semakin baku. Landasan pembakuan kosa kata serta istilah Tidak hanya membuat tata bahasa semakin baku, ejaan juga membuat pemilihan kosa kata dan istilah mennadi lebih baku. Penyaring masuknya unsur bahasa lain ke bahasa Indonesia Ejaan juga memiliki fungsi penting sebagai penyaring bahasa lain ke bahasa Indonesia. Sehingga dalam penulisannya tidak akan menghilangkan makna aslinya. Membantu pemahaman pembaca dalam mencerna informasi Penggunaan ejaan akan membuat penulisan bahasa lebih teratur. Hal ini membuat pembaca semakin mudah dalam memahami informasi yang disampaikan secara tertulis.

2.       Pemakaian huruf,penulisan kata,pemakaian tanda baca,dan penulisan unsur serapan

3.       1) Ejaan van Ophuijsen Pada tahun 1901 ditetapkan ejaan bahasa Melayu dengan huruf latin yang disebut dengan Ejaan van Ophuijsen. Van Ophuijsen merancang ejaan tersebut dibantu oleh Engku Namawi dan Engku Ibrahim. Hal-hal yang menonjol dalam ejaan berupa (1) huruf j untuk menuliskan kata-kata: jang, pajah, sajang dan (b) huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer.

2) Ejaan Soewandi Pada tanggal 19 Maret 1947 ejaan Soewandi diresmikan dan diberi julukan ejaan Republik. Hal-hal yang menonjol dalam ejaan ini adalah (1) huruf oe diganti dengan u, seperti pada kata: guru, itu, umur dan (2) kata ulang boleh ditulis dengan angka-2, seperti: anak2, berjalan2, kebarat2an.

3) Ejaan Melindo Pada akhir tahun 1959 sidang pemutusan Indonesia dan Melayu (Slametmulyana-Syeh Nasir bin Ismail, Ketua) menghasilkan konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu-Indonesia). Perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya antara Indonesia dengan Malaysia mengurungkan peresmian ejaan ini.

4) Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) Pada tanggal 16 Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia meresmikan pemakaian Ejaan Bahasa Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden No. 57 tahun 1972. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarkan buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagai patokan pemakian ejaan itu.

4.       a. Jika di tengah kata terdapat huruf vokal yang berurutan, pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf vokal itu.

Misalnya:

·         bu-ah

·         ma-in

·         ni-at

·         sa-at

b. Huruf diftong ai, au, ei, dan oi tidak dipenggal.

Misalnya:

·         pan-dai

·         au-la

·         sau-da-ra

·         sur-vei

·         am-boi

c. Jika di tengah kata dasar terdapat huruf konsonan (termasuk gabungan huruf konsonan) diantara dua huruf vokal, pemenggalannya dilakukan sebelum huruf konsonan itu.

Misalnya:

·         ba-pak

·         la-wan

·         de-ngan

·         ke-nyang

·         mu-ta-khir

·         mu-sya-wa-rah

d. Jika di tengah kata dasar terdapat dua huruf konsonan yang berurutan, pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu.

Misalnya:

·         Ap-ril

·         cap-lok

·         makh-luk

·         man-di

·         sang-gup

·         som-bong

·         swas-ta

e. Jika di tengah kata dasar terdapat tiga huruf konsonan atau lebih yang masing- masing melambangkan satu bunyi, pemenggalannya dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua.

Misalnya:

·         ul-tra

·         in-fra

·         ben-trok

·         in-stru-men

Catatan: Gabungan huruf konsonan yang melambangkan satu bunyi tidak dipenggal. Misalnya:

·         bang-krut

·         bang-sa

·         ba-nyak

·         ikh-las

·         kong-res

·         makh-luk

·         masy-hur

·         sang-gup

5.       ada 10

·         pantai

·         saudara-saudaranya

·         sepoi-sepoi

·         amboi

·         pakai

·         pandai

·         malaikat

·         pantai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

riview prinsip prinsip akutansi

  Nama : Anita Martina NIM : 21031122 Prodi : Administrasi Bisnis A dosen pengampu : Zulkarnain Mata Kuliah : Prinsip-Prinsip Akuntansi   ...