Sabtu, 30 Oktober 2021

(3)

 

TUGAS ! 

1.       Sebutkan pemakaian tanda baca titik (.) !

2.       Jelaskan perbedaan penggunaan titik koma (;) dan titik dua (:) !

3.       Rangkaian temuan ini─evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom─telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. Jelaskan salah satu kegunaan pemakaian tanda baca pisah berdasarkan contoh diatas !

4.        Berdasarkan taraf integrasinya, unsur serapan dalam bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi dua kelompok besar. Sebutkan dan jelaskan !

5.       Berikan contoh unsur serapan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia tidak perlu lagi diubah!

 

 

 

Jawaban!

1.        

·         Tanda titik digunakan di akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.

·         Penggunaan tanda baca titik untuk menunjukkan angka, jam, menit, dan detik sebagai penanda waktu.

·         Tanda titik digunakan di antara nama penulis , judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru, serta tempat terbit pada daftar pustaka.

·         Tanda titik digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan dan kelipatannya.

·         Tanda titik tidak digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.

2.        

Penggunaan koma

·         Penggunaan tanda baca Penggunaan tanda baca koma (,) di antara unsur-unsur pada suatu pembilangan atau perinciannya (,) di antara unsur-unsur pada suatu pembilangan atau perinciannya.

·         Penggunaan tanda baca koma untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat kalau anak kalimat mendahului kalimat induk.

·         Tanda koma digunakan di bagian belakang kata atau ungkapan penghubung antar kalimat yang terdapat pada awal kata. Termasuk di dalamnya adalah kata; oleh karena itu, lagi pula, meskipun, jadi, dan akan tetapi.

·         Tanda koma digunakan untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam suatu kalimat.

·         Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri , keluarga, atau marga.

Penggunaan titik

·         Tanda titik digunakan di akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.

·         Penggunaan tanda baca titik untuk menunjukkan angka, jam, menit, dan detik sebagai penanda waktu.

·         Tanda titik digunakan di antara nama penulis , judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru, serta tempat terbit pada daftar pustaka.

·         Tanda titik digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan dan kelipatannya.

·         Tanda titik tidak digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.

 

3.       Rangkaian temuan ini─evolusi = tanda pisah dapat dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat.

4.       Pertama, unsur yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti reshuffle, shuttle cock, dan long march. Unsur-unsur ini dipakai dalam konteks bahasa Indonesia, tetapi pengucapannya masih mengikuti cara asing.

Kedua, unsur asing yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia dan diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.

5.       bengkel, kabar, nalar, paham, perlu, sirsak

Sabtu, 23 Oktober 2021

(2)

 

1.       Jelaskan pengertian dan fungsi dari ejaan bahasa Indonesia

2.       sebutkan komponen komponen ejaan dalam bahasa Indonesia

3.       jelaskan ejaan ejaan yang pernah berlaku di Indonesia

4.       berapa macam cara yang dapat dilakukan untuk pemenggalan kata pada kata dasar?sebutkan dan beri contoh

5.       pada hari itu dia pergi ke pantai. baju yang dia pakai terlihat sangat cantik. angin sepoi-sepoi membuat rambutnya berkibas. saudara saudara nya sangat pandai mendandaninya. kata seorang penjaga pantai,Amboi malaikat dari manakah ini.sebutkan ada berapakah huruf Diftong yang terdapat pada paragraf diatas?

 

 

 

 

JAWABAN!

1.       Pengertian ejaan: Dalam buku Konsep Dasar Bahasa Indonesia (2019) karya Yunus Abidin, ejaan merupakan aturan yang melambangkan bunyi bahasa menjadi bentuk huruf, kata serta kalimat. Ejaan juga bisa diartikan sebagai kumpulan peraturan penulisan huruf, kata serta penggunaan tanda baca.

Fungsi ejaan: Menurut Siti Mutmainah dalam buku Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi (2019), ejaan harus diterapkan dalam penulisan bahasa. Ejaan memiliki sejumlah fungsi penting, yaitu: Landasan pembakuan tata bahasa Penggunaan ejaan dalam penulisan bahasa akan membuat tata bahasa yang digunakan semakin baku. Landasan pembakuan kosa kata serta istilah Tidak hanya membuat tata bahasa semakin baku, ejaan juga membuat pemilihan kosa kata dan istilah mennadi lebih baku. Penyaring masuknya unsur bahasa lain ke bahasa Indonesia Ejaan juga memiliki fungsi penting sebagai penyaring bahasa lain ke bahasa Indonesia. Sehingga dalam penulisannya tidak akan menghilangkan makna aslinya. Membantu pemahaman pembaca dalam mencerna informasi Penggunaan ejaan akan membuat penulisan bahasa lebih teratur. Hal ini membuat pembaca semakin mudah dalam memahami informasi yang disampaikan secara tertulis.

2.       Pemakaian huruf,penulisan kata,pemakaian tanda baca,dan penulisan unsur serapan

3.       1) Ejaan van Ophuijsen Pada tahun 1901 ditetapkan ejaan bahasa Melayu dengan huruf latin yang disebut dengan Ejaan van Ophuijsen. Van Ophuijsen merancang ejaan tersebut dibantu oleh Engku Namawi dan Engku Ibrahim. Hal-hal yang menonjol dalam ejaan berupa (1) huruf j untuk menuliskan kata-kata: jang, pajah, sajang dan (b) huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer.

2) Ejaan Soewandi Pada tanggal 19 Maret 1947 ejaan Soewandi diresmikan dan diberi julukan ejaan Republik. Hal-hal yang menonjol dalam ejaan ini adalah (1) huruf oe diganti dengan u, seperti pada kata: guru, itu, umur dan (2) kata ulang boleh ditulis dengan angka-2, seperti: anak2, berjalan2, kebarat2an.

3) Ejaan Melindo Pada akhir tahun 1959 sidang pemutusan Indonesia dan Melayu (Slametmulyana-Syeh Nasir bin Ismail, Ketua) menghasilkan konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu-Indonesia). Perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya antara Indonesia dengan Malaysia mengurungkan peresmian ejaan ini.

4) Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) Pada tanggal 16 Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia meresmikan pemakaian Ejaan Bahasa Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden No. 57 tahun 1972. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarkan buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagai patokan pemakian ejaan itu.

4.       a. Jika di tengah kata terdapat huruf vokal yang berurutan, pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf vokal itu.

Misalnya:

·         bu-ah

·         ma-in

·         ni-at

·         sa-at

b. Huruf diftong ai, au, ei, dan oi tidak dipenggal.

Misalnya:

·         pan-dai

·         au-la

·         sau-da-ra

·         sur-vei

·         am-boi

c. Jika di tengah kata dasar terdapat huruf konsonan (termasuk gabungan huruf konsonan) diantara dua huruf vokal, pemenggalannya dilakukan sebelum huruf konsonan itu.

Misalnya:

·         ba-pak

·         la-wan

·         de-ngan

·         ke-nyang

·         mu-ta-khir

·         mu-sya-wa-rah

d. Jika di tengah kata dasar terdapat dua huruf konsonan yang berurutan, pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu.

Misalnya:

·         Ap-ril

·         cap-lok

·         makh-luk

·         man-di

·         sang-gup

·         som-bong

·         swas-ta

e. Jika di tengah kata dasar terdapat tiga huruf konsonan atau lebih yang masing- masing melambangkan satu bunyi, pemenggalannya dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua.

Misalnya:

·         ul-tra

·         in-fra

·         ben-trok

·         in-stru-men

Catatan: Gabungan huruf konsonan yang melambangkan satu bunyi tidak dipenggal. Misalnya:

·         bang-krut

·         bang-sa

·         ba-nyak

·         ikh-las

·         kong-res

·         makh-luk

·         masy-hur

·         sang-gup

5.       ada 10

·         pantai

·         saudara-saudaranya

·         sepoi-sepoi

·         amboi

·         pakai

·         pandai

·         malaikat

·         pantai

Kamis, 14 Oktober 2021

(1)

1.       Bagaimana proses perkembangan bahasa Melayu bahasa Indonesia ?jelaskan!

2.       Siapa yang pertama kali mempopulerkan bahasa Indonesia?

3.       apa yang melatarbelakangi bahasa Melayu ke bahasa Indonesia?

4.       Mengapa bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi,dan bukan bahasa Melayu?

5.       Siapa pelopor terkemuka terkait dengan pembinaan bahasa dan budaya pada abad ke-19?

 

JAWABAN!

 

1.       Sejarah Awal Perkembangan Bahasa Indonesia Awalnya, pemerintah kolonial Hindia-Belanda menyadari bahwa bahasa Melayu dapat dipakai untuk membantu administrasi bagi kalangan pegawai pribumi karena penguasaan bahasa Belanda para pegawai pribumi dinilai lemah. Dengan menyandarkan diri pada bahasa Melayu Tinggi, sejumlah sarjana Belanda mulai terlibat dalam standardisasi bahasa. Promosi bahasa Melayu pun dilakukan di sekolah-sekolah dan didukung dengan penerbitan karya sastra dalam bahasa Melayu. Akibat pilihan ini terbentuklah "embrio" bahasa Indonesia yang secara perlahan mulai terpisah dari bentuk semula bahasa Melayu Riau-Johor. Ada empat faktor yang menyebabkan Bahasa melayu diangkat menjadi bahasa Indonesia, yaitu: Bahasa melayu merupakan Lingua Franca di Indonesia, yaitu bahasa perhubungan dan bahasa perdagangan. Sistem bahasa melayu sederhana, mudah di pelajari karena dalam bahasa melayu tidak dikenal tingkatan bahasa (bahasa kasar dan bahasa halus). Suku Jawa, Suku Sunda, dan Suku-suku lainnya dengan sukarela menerima bahasa melayu menjadi awal bahasa indonesia sebagai bahasa nasional. Bahasa melayu mempunyai kesanggupan untuk di pakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas. Pada awal abad ke-20 perpecahan dalam bentuk baku tulisan bahasa Melayu mulai terlihat. Pada tahun 1901, Indonesia yang saat itu disebut Hindia-Belanda, mengadopsi ejaan Van Ophuijsen dan pada tahun 1904 Persekutuan Tanah Melayu-yang saat ini menjadi wilayah Malaysia-di bawah pimpian Inggris mengadopsi ejaan Wilkinson. Ejaan Van Ophuijsen diawali dari penyusunan Kitab Logat Melayu Van Ophuijsen pada tahun 1896 yang dibantu oleh Nawawi Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. Intervensi pemerintah semakin kuat dengan dibentuknya Commissie voor de Volkslectuur ("Komisi Bacaan Rakyat" - KBR) pada tahun 1908 yang saat ini bernama Balai Pustaka. Pada tahun 1910 komisi ini, di bawah pimpinan D.A Rinkes, melancarkan program Taman Poestaka dengan membentuk perpustakaan kecil di berbagai sekolah pribumi dan beberapa instansi milik pemerintah. Perkembangan program ini sangat pesat, dalam dua tahun telah terbentuk sekitar 700 perpustakaan. Bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai "bahasa persatuan bangsa" pada saat Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober. Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional merupakan usulan Muhammad Yamin, seorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah. Dalam pidatonya di Kongres Nasional kedua di Jakarta, Yamin mengatakan, "Jika mengacu pada masa depan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya ada dua bahasa yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan Melayu. Tapi dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun akan menjadi bahasa pergaulan atau bahasa persatuan." Selanjutnya perkembangan bahasa dan kesusastraan Indonesia banyak dipengaruhi oleh sastrawan Indonesia yang banyak mengisi dan menambah perbendaharaan kata,sintaksis, maupun morfologi bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia dituturkan di seluruh Indonesia, walaupun lebih banyak digunakan di area perkotaan dengan dialek dan logat daerahnya masing-masing. Untuk berkomunikasi dengan sesama orang sedaerah kadang bahasa ibulah yang digunakan sebagai pengganti bahasa Indonesia.

2.       Salah satu linguis yang memopulerkan nama bahasa Indonesia adalah linguis Swis, Renward Brandstetter (1860-1842), yang dikenal sebagai pencetus teori akar bahasa Austronesia., yang sejak 1908 mulai menyebut dirinya sebagai indonesischer Sprachforscher (peneliti bahasa Indonesia).

3.       Bahasa Indonesia secara historis merupakan varian bahasa melayu yang kini juga digunakan di wilayah yang luas meliputi Indonesia, Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, bagian selatan Thailand, bagian selatan Filipina, dan beberapa tempat di Afrika Selatan. Bahasa melayu diangkat menjadi bahasa persatuan di Indonesia pada 28 Oktober 1928 dalam peristiwa yang disebut Sumpah Pemuda. Sejak saat itu, bahasa melayu yang digunakan di wilayah Indonesia sekarang mulai dinamai Bahasa Indonesia. Namun, secara resmi penyebutan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi di Indonesia baru muncul pada 18 Agustus 1945 ketika konstitusi Indonesia diresmikan. Dari jumlah pemakainya di Indonesia, sebenarnya bahasa melayu bukan bahasa terbesar. Bahasa Jawalah yang merupakan bahasa terbesar dari segi pemakainya pada saat itu. Namun, bahasa melayu dipilih sebagai bahasa Indonesia karena bahasa ini sudah menjadi lingua franca atau bahasa pengantar di wilayah Indonesia dan Asia Tenggara sejak ribuan tahun lalu. Salah satu buktinya adalah catatan inskripsi di Sojomerto, Jawa Tengah yang menggunakan bahasa Melayu kuna. Inskripsi ini tidak bertahun, tetapi menurut estimasi ahli dibuat pada pertengahan abad 7. Ini menunjukkan bahwa bahasa Melayu pun sudah dikenal di Pulau Jawa sejak ribuan tahun lalu.

4.       Bahasa Indonesia itu bahasa netral.. Karena saat berdirinya negara kita, para pendiri negara kita, mencari bahasa yang benar-benar murni untuk bahasa bersama.. Menurut National Geographic bahwa Indonesia adalah negara yang tidak egois karena tidak memaksakan bahasa dari salah satu etnis menjadi bahasa nasional-nya.. Menurut Jason Wang “Bahasa Indonesia itu tidak hanya terdiri dari bahasa Melayu saja unsurnya, tetapi juga dari Bahasa Belanda, Bahasa Inggris, Bahasa Portugis, Bahasa Jawa dan banyak bahasa lainnya, oleh karena itu mereka dijuluki sebagai bahasa yang netral.

5.       Pelopor terkemuka terkait dengan pembinaan bahasa dan budaya dalam abad ke-19 ini adalah Raja Ali Haji . Setidaknya ada tiga belas buku yang telah dihasilkannya. Tiga di antaranya berisi tentang bahasa, tiga berisi tentang sejarah, enam merupakan kumpulan puisi, dan satu lagi dalam bidang hukum.


riview prinsip prinsip akutansi

  Nama : Anita Martina NIM : 21031122 Prodi : Administrasi Bisnis A dosen pengampu : Zulkarnain Mata Kuliah : Prinsip-Prinsip Akuntansi   ...